Just another WordPress.com weblog

Banyak diantara kita yang yang menyadari kalau telah berbuat zalim kepada orang lain. Cuek saja, masa bodoh tanpa mau meminta maaf kepadanya

Sebabnya memang banyak, diantaranya karena ego yang terlalu tinggi, menyepelekan, dan kurang memahami ajaran agama. PAdahal perbuatan yang demikian sangat berbahaya dan akan dipertangung jawabnkan dihari akhirat.

Bentuk kezaliman banyak, dan secara singkat definisinya adalah “Menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya”, Syirik termasuk dalam kategori zalim. bahkan merupakan zalim yang besar.

inilah zalim yang dimaksud dalam firman Allah,
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk” (Al-An’am:82)

PAda sahabat, secara spontan begitu ayat tersebut turun dan sebelum mengetahu makna dari ‘kezaliman’ yang sebenarnya bertanya, “Wahai Rasulullah!Siapa gerangan diantara kita yang tidak berbuat zalim kepada dirinya?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam meluruskan pemahaman mereka dengan menyatakan bahwa maksud ayat tersebut adalah sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya yang lain,
“Sngguh syirik itu merupakan kezaliman yang besar” (Luqman:13)
Jelas, bahwa syirik merupakan kezaliman.

Bentuk zalim yang lain lagi adalah yang berhubungan dengan manusia. Tentu saja tidak ada orang yang lepas dari zalim jenis ini. MAka hendaknya orang yang zalim segera meminta maaf kepada yang bersangkutan dan memintanya menghalalkan atas semua yang telah terjadi selagi belum berpisah tempat dan sulitbertemu kembali dengannya serta selama masih di dunia.

Kezaliman terhadap sesama makhluq ini memang berat resikonya. Syarat taubat dari berbuat doasa diantara hamba ini adalah dengan meminta penghalang atas kezaliman yang telah dilakukan.

DEFINISI KEZALIMAN

Kata Azh-Zhulm berasal dari fi’il Zhalama-yazhlimu yang berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya dan hal ini sepadan dengan kata al-Jawr

Demikian juga definisi yang dinukil oleh Syeikh Ibnu Rajab dari kebanyakan para ulama. Dalam hal ini, ia adalah lawan dari kata al-‘Adl (keadilan). Ancaman perbuatan zalim memang mengerikan diantaranya yang disampaikan oleh Umar Radhiallahu anhu, Dia berkata, RAsulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Kezaliman adalah kegelapan (yang berlipat) dihari kiamat” (muttafaq ‘alaihi)

RAsulullah pernah bersabda,
“Berhati-hatilah terhadap kezaliman, sebab kezaliman adalah kegelapan (yang berlipat) di hari kiamat. Dan jauhilah kebathilan/kekikiran karena kekikiran itu telah mencelakakan umat sebelum kamu” (HR. Muslim)

Hadits diatas dan semisal merupakan dalil atas keharaman perbuatan zalim, yang paling besar adalah syirik kepada Allah. Diadalam hadits qudsi, Allah berfirman,

“Wahai hamba-hambaKu! Sesungguhnya aku mengharamkan kezaliman terhadap diriKu dan menjadikannya diharamkan antara kalian”

Oleh karena itu, hadits diatas memperingatkan manusia dari perbuatan zalim, memerintahkan agar mereka menjauhinya dan menghindarinya karena akibatnya amat berbahaya. IA akan menjadi kegelapan yang belipat dihari Kiamat kelak.

Dihari itu, kaum mukminin berjalan dengan dipancari oleh sinar keimanan, sembari berkata,
“Wahai Rabb kami! Sempurnakanlah cahaya bagi kami”. Sedang orang-orang yang berbuat zalim terhadap Rabb mereka dengan pebuatan Syirik, terhadap diri mereka dengan pebuatan-perbuatan maksiat atau terhadap selain mereka dengan bertindak sewenang-wenang terhadap darah, harta dan kehormatan mereka; maka mereka itu akan berjalan ditengah kegelapan yang teramat sangat sehingga tidak dapat melihat arah jalan sama sekali.

PENYEBAB TERJADINYA

Ibnu al-Jauzy mengatakan, “Kezaliman mengandung dua kemaksiatan: mengambil milik orang lain tanpa hak dan menentang Rabb dengan melanggar ajaranNya..Ia juga terjadi akibat kegelapan hati seseorang sebab bila hatinya dipenuhi oleh cahaya hidayah tentu akan mudah mengambil a’tibar(pelajaran)”

Barangkali penyebabnya juga dapat dikembalikan kepada definisinya sendiri, yaitu tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dan karena kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama sehingga ia tidak mengetahui bahwa:
1. Hal ini amat dilarang bahkan diharamkan.
2. Ketidakadilan menyebabkan adanya pihak yang terzalimi
3. Orangyang memiliki sifat sombong dan angkuh akan menyepelekan dan merendahkan orang lain serta tidak peduli dengan hak atau perasaannya.
4. Orang yang memiliki sifat serakah selalu merasa tidak puas atas apa yang dimilikinya sehingga membuatnya lupa diri dan mengambil sesuatu yang bukan haknya.
5. Orang yang memiliki sifat iri dan dengki selalu bercita-cita agar kenikmatan yang dirasakan oleh orang lain segera berakhir atau mencari celah-celah bagaimana mencatuhkan harga diri seseorang yang didengkinya tersebut dengan cara apapun.

TERAPINYA
Diantara terapinya -Wallahu a’lam- adalah:
1. Mencari sebab hidayah sehingga hatinya tidak gelap lagi dan mudah mengambil pelajaran
2. Mengetahui bahaya dan akibat dari perbuatan tersebut baik didunia maupun diakhirat dengan belajar ilmu agama.
3. Meminta maaf dan penghalaln terhadap orang yang bersangkutan selagi masih hidup, bila hal ini tidak menimbulkan akibat yang lebih fatal seperti dia akan lebih marah dan tidak pernah mau menerima dan seterusnya. Mka sebagi gantinya, menurut ulama adalah dengan mendoakan kebaikan untuknya.
4. Membaca riwayat-riwayat hidup dari orang yang berbuat zalim sebagai pelajaran dan i’tibar sebab kebanyakan kisah-kisah , terutama diadalam al-qur’an yang harus kita ambil pelajarannya adalah mereka yang berbuat zalim, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. (Abu HArun Ibnu Nursal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s