Just another WordPress.com weblog

Mu’min 1- Makna, Rukun, Syarat dan Konsekuensi Syahadatain

MAKNA SYAHADAT

Imam Bukhari rahimahullah pernah di Tanya, “bukankah Laa Ilaaha illallah adalah kunci surga?”,”benar, akan tetapi bukan lah sebuah kunci jika tidak ada geriginya.” jawab beliau. Maksudnya ialah kalimat Laa Ilahaa Illallah tidak akan menjad kunci surga bagi kita jika kita tidak memenuhi rukun, syarat dan konsekuensi-knsekuensinya.

Menjadi seorang mu’min, berkenaan dengan keyakinan yang kuat terhadap ajaran Islam, pengungkapan dengan lisan apa yang di yakininya serta berusaha mengamalkan dengan segenap anggota badan apa yang menjadi konsekuensi dari keimanan tersebut, berikut akan diingatkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam dua kalimat tertinggi dalam Islam sebagai tanda keimanan kita dan kecintaan kita.

I. Makna Syahadat
A. Makna Syahadat La Ilaaha Illallah
Yaitu beri’tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah, menaati hal tersebut dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah.
Jadi makna kalimat ini secara global adalah, “Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah”, Khabar Lam harus ditakdirkan bihaqqin (yang hak), tidak boleh ditakdirkan dengan maujuud (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini tentu kebatilan yang nyata.

B. Makna Syahadat Anna Muhammadarrasulullah
Yaitu mengakui secara lahir batin bahwa beliau adalah hamba Allah dan Rasul-Nya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya : menaati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya, dan tidak menyembah Allah kecuali dengan apa yang disyari’atkan.

II. Rukun Syahadat
A. Rukun Syahadat La Ilaaha Illallah
La Ilaaha Illallah mempunyai dua rukun :
1. An-Nafyu atau peniadaan : Laa ilaaha ( tiada tuhan)membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah
2. Al-Itsbat (penetapan) : Illallah (Kecuali Allah) menetapkan bahwa tidak ada yanng berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan kosenkuensinya.
Makna dua rukun ini banyak disebut dalam Al-Qur’an, seperti firman Allah : (2 : 256), firman Allah,”Siapa yang ingkar kepada taghut” itu adalah makna dari Laa ilaaha rukun yanng pertama. Sedangkan firman Allah, “dan beriman kepada Allah” adalah makna dari rukun kedua, “illallah”. Begitupula firman Allah kepaada Nabi Ibrahim : (QS. 43 : 26-27). Firman Allah, “Sesungguhnya aku berlepas diri” ini adalah makna nafyu (peniadaan) dalam rukun pertama. Sedangkan perkataan, “Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku”, adalah makna itsbat (penetapan) pada rukun kedua.

B. Rukun Syahadat Anna Muhammadarrasulullah
Syahadat ini juga mempunyai dua rukun, yaitu kalimat “’abeduhu wa rasuuluhu” (hamba dan utusan-Nya). Dua rukun ini menafikan ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (meremehkan) pada hak Rasulullah. Beliau adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Beliau adalah makhluk yang paling sempurna dalam dua sifat yang mulia ini.
‘Abdu disini artinya hamba yang menyembah. Maksudnya, beliau adalah manusia yang diciptakan dari bahan yang sama dengan bahan ciptaan manusia lainnya. Juga berlaku atasnya apa yang berlaku atas orang lain. Sebagaimana firman Allah : (QS. 18 : 110). Beliau hanya memberikan hak ubudiyah kepada Allah dengan sebenar-benarnya, dan karenanya Allah memujinya : (QS. 39 : 36), (QS. 18 : 1), (QS. 17 : 1).

III. Syarat-Syarat Syahadat
A. Syarat-Syarat Syahadat La Ilaaha Illallah
Bersaksi dengan laa ilaaha illallah harus dengan tujuh syarat. Tanpa syarat-syarat itu syahadat tidak akan bermanfaat bagi yang mengucapkannya. Secara global syarat itu adalah :
1. ‘Ilmu, yang menafikan jahl (kebodohan) (QS. 43 : 86)
2. Yaqin (yakin), yang menafikan syak (keraguan) (QS. 49 : 15)
3. Qabul (menerima), yang menafikan radd (penolakan) (QS. 37 : 35-36)
4. Inqiyad (patuh), yang menafikan tark (meninggalkan) (QS. 31 : 22)
5. Ikhlash, yang menafikan syirik
6. Shidq (jujur), yang menafikan kadzib (dusta) (QS. 2 : 8-10)
7. Mahabbah (kecintaan). yang menafikan baghdha’ (kebencian) (QS. 2 : 165)

B. Syarat-Syarat Syahadat Anna Muhammadarrasulullah
1. Mengakui kerasulannya dan meyakininya didalam hati.
2. Mengucapkan dan mengikrarkan dengan lisan
3. Mengikutinya dengan mengamalkan ajaran kebenaran yang telah dibawanya serta meninggalkan kebatilan yang telah dicegahnya
4. Membenarkan segala apa yang dikabarkan dari hal-hal yang ghaib, baik yang sudah lewat maupun yang akan datang
5. Mencintainya melebihi cinta kepada diri sendiri, harta, anak, orang tua serta seluruh umat manusia
6. Mendahulukan sabdanya atas segala pendapat dan ucapan orang lain serta mengamalkan sunnahnya.

IV. Kosenkuensi Syahadat
A. Syarat-Syarat Syahadat La Ilaaha Illallah
Yaitu meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari segala macam yang dipertuhankan sebagai keharusan dari peniadaan laa ilaaha illallah. Dan beribadah kepada Allah semata tanpa syirik sedikit pun, sebagai keharusan dari penetapan illallah.
Banyak orang yang mengikrarkan tetapi melanggar konsekuensinya. Sehingga mereka menetapkan ketuhanan yang sudah dinafikan, baik berupa makhluk, kuburan, pepohonan, bebatuan serta para taghut lainnya. Mereka berkeyakinan bahwa tauhid adalah bid’ah. Mereka menolak para da’i yang mengajak kepada tauhid dan mencela orang yang beribadah hanya kepada Allah semata.

B. Syarat-Syarat Syahadat Anna Muhammadarrasulullah
Yaitu mentaatinya, membenarkannya, meninggalkan apa yang dilarangnya, mencukupkan diri dengan mengamalkan sunnahnya, dan meninggalkan yang lain dari hal-hal bida’ah dan muhdasat (baru), serta mendahulukan sabdanya diatas segala pendapat orang.

V. Yang Membatalkan Syahadat
1. Syirik dalam beribadah kepada Allah. Allah berfirman : (QS. 4 : 48),
(QS. 5 : 72), termasuk di dalamnya yaitu menyembelih karena selain Allah, misalnya untuk kuburan yang dikeramatkan atau untuk jin dan lain-lain.
2. Orang yang menjadikan antara dia dan Allah perantara-perantara. Ia berdo’a kepada mereka, meminta syafa’at kepada mereka dan bertawakkal kepada mereka. Orang seperti ini kafir secara ijma’.
3. Orang yang tidak mau mengkafirkan orang-orang musyrik dan orang yang masih ragu terhadap kekafiran mereka atau membenarkan madzhab mereka, dia itu kafir.
4. Orang yang meyakini bahwa selain petunjuk Nabi lebih sempurna dari petunjuk beliau, atau hukum yang lain lebih baik dari hukum beliau. Seperti orang-orang yang mengutamakan hukum para taghut di atas hukum Rasulullah, mengutamakan hukum atau perundang-perundangan manusia diatas hukum Islam, maka dia kafir.
5. Siapa yang membenci sesuatu dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah sekali pun ia juga mengamalkannya, maka ia kafir.
6. Siapa yang menghina sesuatu dari agama Rasul atau pahala maupun siksanya, maka ia kafir. Hal ini ditunjukan oleh firman Allah : (QS. 9 : 65-66).
7. Sihir,diantaranya sharf dan ‘athf (barangkali yang dimaksud adalah amalan yang bisa membuat suami benci kepada istrinya atau membuat wanita cinta kepadanya/pelet). Barangsiapa melakukan atau meridhainya, maka ia kafir. Dalilnya adalah firman Allah : (QS. 2 : 102).
8. Mendukung kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi umat Islam. Dalilnya adalah firman Allah : (QS. 5 : 51).
9. Siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia ada yang boleh keluar dari syari’at Nabi Muhammad, seperti halnya Nabi Hidhir boleh keluar dari syari’at Nabi Musa, maka ia kafir. Sebagaimana yang diyakini ghulat sufiyah (sufi yang berlebihan/melampaui batas) bahwa mereka dapat mencapai suatu derajat atau tingkatan yang tidak membutuhkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah.
10. Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya. Dalilnya adalah firman Allah : (QS. 32 : 22).

Copyright@220106

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s