Just another WordPress.com weblog

hukum memakai cadar

Pertanyaan :

Apakah hukum mengenakan cadar dalam ISLAM ?

Jawaban yang sudah ada :

Hukum menggunakan cadar adalah sebagaimana yang Anda ketahui, yaitu perkara yang syar’i dan merupakan sebuah perintah dari Allah, hal ini adalah merupakan kesepakatan para ulama dan jika Allah memerintahkan hambanya tidak ada kata lain dari seorang hamba kecuali mengatakan saya dengar dan saya taat sebagaimana firman-Nya,

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan ‘Kami mendengar, dan kami patuh’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An Nur: 51)

Adapun perbedaan pendapat di antara para ulama adalah pada hukumnya, apakah perintah Allah tersebut wajib ataukah sunah (yaitu bagi yang melaksanakannya mendapatkan pahala dan bagi yang tidak melaksanakannya tidak berdosa). Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama tersebut yang harus disadari cadar adalah sesuatu yang diperintahkan oleh Allah kepada para wanita dan karenanya bijaklah dalam bersikap.

Ada beberapa beberapa hikmah disyari’atkannya cadar untuk bahan pertimbangan antum dalam menyikapi istri, di antaranya:

(1) Membersihkan hati dari pikiran yang buruk dan kotor yang terlintas di benak bila ada sebab yang memicunya meskipun telah berusaha membersihkan hati.

Allah berfirman,

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)

(2) Menjaga kaum wanita dari gangguan orang fasik.

Allah berfirman,

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” (QS. Al Ahzab: 59)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa sebagian orang fasik di kota Madinah pada zaman dahulu sering keluar pada waktu malam mencari wanita, dan jarak antara rumah-rumah penduduk Madinah sangatlah sempit, jika ada wanita yang keluar pada waktu malam mencari kebutuhannya dan dia mengenakan jilbab (baju kurung yang menutup dari kepala sampai kaki) mereka mengatakan dia adalah seorang yang merdeka biarkan dia berjalan, namun jika ada wanita yang tidak mengenakan jilbab mereka mengatakan dia adalah budak/PSK maka mereka menerkamnya.

(3) Memperbaiki penampilan agar sesuai dengan kebaikan batin dan akan tampaklah keserasian luar dan dalam dengan tuntunan syar’i. Itu semua karena wanita yang keluar dari rumahnya dengan menampakkan perhiasan dan fitnahnya bertolak belakang dengan fitrah yang telah Allah ciptakan.

(4) Hijab adalah penampilan seorang wanita yang berakhlak dan berbudi pekerti yang luhur, karena menunjukkan sifat malu yang ada padanya dan menjaganya dari perbuatan yang terlarang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Malu itu akan mendatangkan kebaikan.” (HR. Bukhari)

“Maka tugasmu (wahai Muhammad) adalah menyampaikan, dan Kami (Allah) lah yang memperhitungkan perbuatan mereka.” (QS. Ar Ra’d: 40)

“Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah.” (QS. Hud: 88)

***

Dijawab Oleh: Ust. Subkhan Khadafi

Sumber jawaban dari muslim.or.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s